Blog

Master Online - Cara Membuat Deskripsi Produk

Cara Membuat Deskripsi Produk Marketplace yang Informatif dan Meyakinkan

R

Ratna Puji Astuti

17 September 2026

Cara membuat deskripsi produk marketplace yang informatif, mudah dipahami, dan mampu meningkatkan kepercayaan pembeli. Baca selengkapnya disini!

Saat berbelanja online, pembeli tidak dapat menyentuh, mencoba, atau melihat produk secara langsung. Mereka harus mengandalkan foto, video, ulasan, dan informasi yang tersedia di halaman produk untuk memastikan barang yang dipilih sesuai dengan kebutuhannya.

Masalahnya, masih banyak deskripsi produk yang hanya berisi kalimat singkat seperti “produk berkualitas”, “bahan premium”, atau “cocok untuk sehari-hari”. Kalimat tersebut memang terdengar menjual, tetapi belum tentu menjawab pertanyaan yang ada di benak pembeli, seperti ukuran, material, fungsi, isi paket, atau cara penggunaannya.

Akibatnya, pembeli dapat merasa ragu untuk melanjutkan transaksi. Tidak sedikit pula yang akhirnya berpindah ke toko lain karena menemukan produk serupa dengan informasi yang lebih lengkap dan mudah dipahami.

Di sinilah deskripsi produk perlu dibuat dengan pendekatan yang berbeda. Alih-alih hanya menonjolkan keunggulan produk, Anda dapat menggunakannya untuk menjawab kebutuhan pembeli secara jelas, memberikan konteks, dan membantu mereka memahami apa yang akan didapatkan setelah melakukan pembelian.

Lantas, bagaimana cara membuat deskripsi produk marketplace yang informatif tanpa membuatnya terasa berlebihan? Mari simak langkah-langkahnya berikut ini.

Mengapa Deskripsi Produk Penting di Marketplace? 

Berbelanja melalui marketplace membuat pembeli tidak dapat melihat atau mencoba produk secara langsung. Mereka mengandalkan foto, video, ulasan, serta informasi yang Anda tampilkan untuk membentuk gambaran mengenai produk. Karena itu, deskripsi menjadi salah satu media yang membantu menggantikan pengalaman berbelanja secara langsung.

Deskripsi yang baik dapat menjawab berbagai pertanyaan sebelum pertanyaan tersebut muncul di kolom chat. Mulai dari ukuran, material, fungsi, pilihan warna, isi paket, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli. Semakin jelas informasi yang diberikan, semakin mudah pembeli menilai apakah produk tersebut sesuai dengan kebutuhannya.

Cara Membuat Deskripsi Produk yang Informatif  

Membuat deskripsi produk sebenarnya tidak dimulai dari mencari kalimat promosi yang paling menarik. Prosesnya dimulai dari memahami informasi apa yang dibutuhkan pembeli untuk mengambil keputusan. Setelah itu, barulah informasi tersebut disusun menjadi deskripsi yang jelas dan nyaman dibaca.

1. Kenali pertanyaan yang Ada di Kepala Pembeli

Sebelum menulis, posisikan diri Anda sebagai orang yang belum pernah melihat produk tersebut. Informasi apa yang perlu diketahui sebelum memutuskan untuk membelinya? Pertanyaan sederhana ini dapat membantu Anda menentukan informasi mana yang benar-benar penting.

Anda juga dapat melihat pertanyaan yang sering muncul dari calon pembeli. Jika pelanggan berkali-kali bertanya mengenai ukuran, bahan, warna, atau isi paket, informasi tersebut sebaiknya langsung tersedia di halaman produk. Dengan begitu, deskripsi dibuat berdasarkan market research. 

2. Jelaskan Produk dari Manfaatnya

Spesifikasi memang penting, tetapi pembeli juga perlu memahami arti dari spesifikasi tersebut bagi mereka. Misalnya, jangan hanya menuliskan deskripsi “kapasitas 1 liter” saja. Namun, tuliskan, “Botol berkapasitas 1 liter cocok digunakan untuk membawa minuman selama aktivitas kerja, olahraga, atau perjalanan.” Kalimat tersebut membuat spesifikasi lebih mudah dipahami karena pembeli langsung mendapatkan gambaran mengenai penggunaan produk.

3. Susun Informasi dari yang Paling Penting

Tidak semua informasi memiliki tingkat kepentingan yang sama. Letakkan penjelasan mengenai fungsi dan keunggulan utama di bagian awal, kemudian lanjutkan dengan spesifikasi dan informasi pendukung. Struktur ini membantu pembeli menemukan informasi tertentu tanpa harus membaca seluruh deskripsi dari awal hingga akhir.

4. Gunakan Detail yang Bisa Diverifikasi

Kepercayaan pembeli lebih mudah dibangun melalui informasi yang konkret daripada klaim yang terlalu umum. Daripada menulis “kualitas premium” atau “produk terbaik”, lebih baik jelaskan material, ukuran, jenis bahan, kapasitas, atau fitur yang memang dimiliki produk.

Contohnya, “Menggunakan bahan stainless steel 304 dengan kapasitas 500 ml” memberikan informasi yang lebih jelas daripada sekadar “menggunakan bahan berkualitas tinggi”. Pastikan setiap informasi yang dicantumkan sesuai dengan produk agar pembeli mendapatkan ekspektasi yang realistis.

5. Buat Deskripsi yang Mudah Dipindai

Pembeli tidak selalu membaca deskripsi secara berurutan. Mereka sering langsung mencari informasi tertentu, seperti ukuran, warna, kompatibilitas, atau isi paket. Karena itu, hindari menempatkan seluruh informasi dalam satu paragraf yang panjang. Gunakan subbagian dan bullet point untuk informasi yang sifatnya teknis. Misalnya:

Spesifikasi Produk

  • Material: Kanvas

  • Ukuran: 40 × 30 × 10 cm

  • Kompartemen: 3 ruang

  • Kompatibilitas: Laptop hingga 14 inch

  • Pilihan warna: Hitam, navy, dan beige

Format tersebut membuat informasi lebih cepat ditemukan tanpa mengurangi kelengkapan deskripsi.

6. Gunakan Bahasa yang Sesuai dengan Target Pasar

Deskripsi produk tidak perlu terdengar terlalu formal, tetapi juga jangan menggunakan bahasa yang sulit dipahami. Pilih gaya bahasa yang sesuai dengan karakter produk dan calon pembelinya.

Untuk produk yang menyasar anak muda, misalnya, bahasa yang lebih ringan dapat terasa natural. Sementara produk dengan karakter teknis membutuhkan istilah yang lebih spesifik agar informasi tidak kehilangan makna.

Cara Membuat Deskripsi Produk Marketplace yang Informatif dan Meyakinkan

Contoh Deskripsi Produk yang Informatif

Perhatikan contoh sederhana berikut. Deskripsi seperti “Tas laptop berkualitas dengan desain elegan, cocok untuk bekerja dan kuliah” memang terdengar menarik, tetapi masih menyisakan banyak pertanyaan.

Pembeli belum mengetahui ukuran tas, laptop yang kompatibel, material yang digunakan, jumlah kompartemen, maupun barang apa saja yang diperoleh. Akibatnya, mereka tetap perlu mencari informasi tambahan sebelum merasa yakin untuk membeli.

Deskripsi dapat dikembangkan menjadi seperti berikut:

Tas Laptop Kanvas 14 Inch

Tas laptop dengan desain minimalis yang cocok digunakan untuk bekerja, kuliah, maupun bepergian. Kompartemen utama dirancang untuk membawa laptop hingga ukuran 14 inch, sedangkan ruang tambahan dapat digunakan untuk menyimpan charger, dokumen, dan perlengkapan kerja lainnya.

Spesifikasi:

  • Material: Kanvas

  • Ukuran: 40 × 30 × 10 cm

  • Kompatibilitas: Laptop hingga 14 inch

  • Kompartemen: 3 ruang

  • Warna: Hitam, navy, dan beige

Isi paket: 1 tas laptop.

Sebelum checkout, pastikan ukuran laptop Anda sesuai dengan ukuran kompartemen yang tercantum pada detail produk.

Perbedaannya bukan sekadar pada jumlah informasi. Deskripsi kedua memberikan konteks sehingga pembeli dapat membayangkan penggunaan produk sekaligus memeriksa kesesuaiannya dengan kebutuhan mereka.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menulis Deskripsi Produk

Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan seller adalah menggunakan deskripsi dari supplier tanpa memeriksa kembali isinya. Cara ini memang menghemat waktu, tetapi dapat menimbulkan masalah jika informasi, ukuran, variasi, atau isi paket tidak sesuai dengan produk yang sebenarnya dijual.

Kesalahan lainnya adalah memenuhi deskripsi dengan kata-kata promosi. Kalimat seperti “paling bagus”, “nomor satu”, atau “wajib punya” tidak memberikan informasi baru kepada pembeli apabila tidak disertai alasan yang jelas.

Hindari pula deskripsi yang terlalu panjang tanpa struktur. Informasi yang sebenarnya penting justru dapat terlewat karena pembeli harus membaca paragraf demi paragraf untuk menemukan satu detail yang mereka butuhkan.

Terakhir, jangan lupa memperbarui deskripsi ketika produk mengalami perubahan. Jika ada perubahan ukuran, variasi, material, bonus, atau isi paket, informasi pada halaman produk juga perlu disesuaikan.

Deskripsi Sudah Rapi, Lalu Bagaimana Mengelola Marketplace?

Ketika jumlah produk masih sedikit, memperbarui deskripsi dan informasi produk mungkin dapat dilakukan secara manual. Namun, kebutuhan tersebut bisa menjadi lebih kompleks ketika bisnis mulai menjual ratusan produk melalui beberapa marketplace.

Selain informasi produk, Anda juga perlu memantau stok, pesanan, dan penjualan dari berbagai channel. Semakin banyak marketplace yang digunakan, semakin besar pula pekerjaan administratif yang harus dikelola secara konsisten.

Cara Membuat Deskripsi Produk yang Membuat Pembeli Lebih Percaya

Pada akhirnya, cara membuat deskripsi produk yang baik bukan tentang membuat tulisan sepanjang mungkin atau memasukkan keyword sebanyak-banyaknya. Deskripsi yang efektif justru membantu pembeli mendapatkan informasi yang mereka perlukan untuk memahami produk dan memastikan pilihannya sebelum checkout.

Mulailah dengan memahami pertanyaan yang sering muncul dari calon pembeli, kemudian jawab melalui informasi yang jelas dan terstruktur. Jelaskan manfaat produk, lengkapi dengan spesifikasi, gunakan bahasa yang mudah dipahami, dan pastikan setiap informasi sesuai dengan kondisi produk yang sebenarnya.

Ketika deskripsi sudah mampu menjawab kebutuhan pembeli, halaman produk tidak lagi sekadar menjadi tempat untuk memajang barang. Deskripsi dapat menjadi bagian dari pengalaman belanja yang membantu mengurangi keraguan sekaligus membuat toko Anda terlihat lebih profesional dan terpercaya.

Namun, mengelola toko online tentu tidak berhenti setelah produk berhasil ditampilkan dengan baik. Ketika bisnis mulai hadir di beberapa marketplace, Anda juga perlu memastikan pesanan dari berbagai channel dapat dipantau, stok tetap sinkron, pengiriman lebih terorganisir, dan performa penjualan dapat dianalisis dengan lebih mudah. 

Di sinilah Master Online dapat membantu Anda mengelola bisnis secara lebih terintegrasi. Selain menghubungkan berbagai marketplace, Master Online menyediakan fitur untuk mengelola pesanan, mengontrol stok secara real time, memantau penjualan, mengatur purchasing dan pengiriman, hingga mengintegrasikan data dengan sistem akuntansi. 

Jika Anda ingin melihat apakah sistem tersebut sesuai dengan kebutuhan bisnis, manfaatkan free trial Master Online selama 14 hari dan eksplorasi fiturnya secara langsung. Dengan begitu, Anda tidak hanya memperbaiki cara toko menampilkan produk, tetapi juga dapat mulai membangun proses pengelolaan bisnis yang lebih rapi seiring pertumbuhan penjualan. 

Anda juga dapat mengonsultasikan kebutuhan bisnis Anda melalui WhatsApp Master Online.

Artikel Terkait

Semua Artikel

30 artikel
Apa Itu Manajemen Pesanan? Pengertian, Fungsi, dan Cara Mengelola Pesanan dari Banyak Marketplace
Marketplace

Apa Itu Manajemen Pesanan? Pengertian, Fungsi, dan Cara Mengelola Pesanan dari Banyak Marketplace

Manajemen pesanan adalah proses mengatur order sejak masuk hingga dikirim dan selesai. Pelajari fungsi, cara mengelola pesanan marketplace, dan tipsnya.

1 jam lalu
Cara Upload Produk di Marketplace agar Lebih Mudah Ditemukan dan Dibeli
Marketplace

Cara Upload Produk di Marketplace agar Lebih Mudah Ditemukan dan Dibeli

Cara upload produk di marketplace yang tepat membantu produk lebih mudah ditemukan dan membuat calon pembeli lebih yakin untuk melakukan pembelian.

1 hari lalu
Cara Membuat Judul Produk Marketplace yang Menarik dan Mudah Ditemukan
Bisnis

Cara Membuat Judul Produk Marketplace yang Menarik dan Mudah Ditemukan

Cara membuat judul produk marketplace yang menarik dan mudah ditemukan pembeli. Pelajari riset keyword, formula judul, contoh, dan kesalahan yang perlu dihindari.

1 hari lalu
Reseller atau Dropship: Perbedaan, Kelebihan, dan Pilihan untuk Pemula
Bisnis

Reseller atau Dropship: Perbedaan, Kelebihan, dan Pilihan untuk Pemula

Reseller atau dropship, mana yang cocok untuk pemula? Kenali pengertian, perbedaan, kelebihan, dan cara memilih model bisnis online sesuai modal Anda.

1 hari lalu
Cara Memilih Supplier untuk Bisnis Reseller dan Dropship
Bisnis

Cara Memilih Supplier untuk Bisnis Reseller dan Dropship

Cara memilih supplier yang tepat untuk bisnis reseller dan dropship agar terhindar dari produk berkualitas buruk, stok tidak jelas, dan kerugian. Simak tipsnya!

1 hari lalu
Apa Itu Software Omnichannel? Fungsi, Manfaat, dan Cara Memilihnya untuk Bisnis
Update Produk

Apa Itu Software Omnichannel? Fungsi, Manfaat, dan Cara Memilihnya untuk Bisnis

Apa itu software omnichannel? Kenali fungsi, manfaat, dan cara memilih software untuk mengelola stok, pesanan, serta penjualan berbagai marketplace.

2 hari lalu
Apa Itu Overstock? Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Tips

Apa Itu Overstock? Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Apa itu overstock? Kenali penyebab, dampak, dan cara mengatasi stok berlebih agar modal tidak tertahan dan persediaan lebih terkendali.

3 hari lalu
Apa Itu Multichannel vs Omnichannel: Perbedaan dan Mana yang Cocok untuk Bisnis?
Teknologi

Apa Itu Multichannel vs Omnichannel: Perbedaan dan Mana yang Cocok untuk Bisnis?

Apa itu multichannel dan apa bedanya dengan omnichannel? Kenali perbedaan, kelebihan, dan cara memilih strategi yang tepat untuk bisnis Anda.

3 hari lalu
Cara Sinkronisasi Stok Antar Marketplace agar Tidak Terjadi Overselling
Marketplace

Cara Sinkronisasi Stok Antar Marketplace agar Tidak Terjadi Overselling

Sinkronisasi stok marketplace membantu menyamakan stok di berbagai channel dan mencegah overselling. Simak cara kerja dan langkah sinkronisasinya.

6 hari lalu
Apa Itu Stockout? Penyebab, Dampak, dan Cara Mencegah Kehabisan Stok
Tips

Apa Itu Stockout? Penyebab, Dampak, dan Cara Mencegah Kehabisan Stok

Apa itu stockout? Kenali penyebab, dampak, dan cara mencegah kehabisan stok agar penjualan tetap lancar dan pelanggan tidak beralih ke toko lain.

6 hari lalu
Biaya Admin Marketplace: Cara Hitung dan Tips Mengelolanya
Marketplace

Biaya Admin Marketplace: Cara Hitung dan Tips Mengelolanya

Biaya admin marketplace bisa mengurangi margin tanpa disadari. Pelajari cara menghitung potongan, biaya tambahan, dan strategi agar keuntungan tetap terjaga.

7 hari lalu
5 Cara Kelola Banyak Marketplace agar Bisnis Lebih Efisien
Marketplace

5 Cara Kelola Banyak Marketplace agar Bisnis Lebih Efisien

Cara kelola banyak marketplace agar stok, pesanan, dan produk tetap rapi tanpa harus berpindah-pindah dashboard. Simak tips efisiennya.

7 hari lalu
Jasa Optimasi Marketplace: Cara Kerja dan Tips Memilih
Tips

Jasa Optimasi Marketplace: Cara Kerja dan Tips Memilih

8 hari lalu
Jasa Kelola Marketplace: Cara Pilih yang Tepat untuk Bisnis
Tips

Jasa Kelola Marketplace: Cara Pilih yang Tepat untuk Bisnis

Jasa kelola marketplace membantu bisnis menghemat waktu saat mengurus banyak toko online. Kenali manfaat, cara memilih, dan alternatifnya di sini.

8 hari lalu
Aplikasi Chat Marketplace: Cara Kelola Pesan Pelanggan dari Banyak Marketplace
Teknologi

Aplikasi Chat Marketplace: Cara Kelola Pesan Pelanggan dari Banyak Marketplace

Aplikasi chat marketplace membantu Anda mengelola pesan pelanggan dari banyak marketplace dalam satu tempat agar respons lebih cepat dan tidak ada chat terlewat.

9 hari lalu
Apa Itu Affiliator? Pengertian, Cara Kerja, Keuntungan, dan Cara Memulainya
Bisnis

Apa Itu Affiliator? Pengertian, Cara Kerja, Keuntungan, dan Cara Memulainya

Apa itu affiliator? Kenali pengertian, cara kerja, keuntungan, dan langkah menjadi affiliator untuk pemula hingga peluangnya bagi seller.

9 hari lalu
Tips Memilih Marketplace untuk Jualan Online dan Faktor yang Perlu Dipertimbangkan
Marketplace

Tips Memilih Marketplace untuk Jualan Online dan Faktor yang Perlu Dipertimbangkan

Tips memilih marketplace untuk jualan online agar sesuai target pasar, produk, biaya, fitur, pembayaran, logistik, dan strategi promosi bisnis Anda.

9 hari lalu
Aplikasi Integrasi Marketplace: Solusi Kelola Banyak Toko Online
Teknologi

Aplikasi Integrasi Marketplace: Solusi Kelola Banyak Toko Online

Aplikasi integrasi marketplace membantu Anda mengelola stok, pesanan, produk, dan penjualan dari banyak toko online dalam satu dashboard.

9 hari lalu
Apa Itu Dropship? Pengertian, Cara Kerja, Keuntungan, dan Kekurangannya
Bisnis

Apa Itu Dropship? Pengertian, Cara Kerja, Keuntungan, dan Kekurangannya

Apa itu dropship dan bagaimana cara kerjanya? Pelajari pengertian, perbedaan dengan reseller, keuntungan, kekurangan, hingga cara memulainya.

10 hari lalu
Apa Itu Reseller? Pengertian, Cara Kerja, Keuntungan, dan Cara Memulainya
Bisnis

Apa Itu Reseller? Pengertian, Cara Kerja, Keuntungan, dan Cara Memulainya

Apa itu reseller? Kenali pengertian, cara kerja, keuntungan, kekurangan, modal, dan tips memilih supplier agar Anda bisa memulai bisnis reseller dengan tepat.

10 hari lalu
Apa Itu Omnichannel? Pengertian, Cara Kerja & Manfaat
Update Produk

Apa Itu Omnichannel? Pengertian, Cara Kerja & Manfaat

Apa itu omnichannel dan bagaimana cara kerjanya? Kenali pengertian, manfaat, perbedaan dengan multichannel, serta contoh penerapannya untuk bisnis.

11 hari lalu
Multi Marketplace Management: Pengertian, Manfaat & Cara Mengelola
Marketplace

Multi Marketplace Management: Pengertian, Manfaat & Cara Mengelola

Multi marketplace management membantu mengelola banyak toko online dengan lebih rapi. Kenali manfaat, tantangan, dan cara mengelolanya.

11 hari lalu
Apa Itu Sistem Manajemen Stok? Fungsi, Manfaat, dan Cara Kerjanya
Teknologi

Apa Itu Sistem Manajemen Stok? Fungsi, Manfaat, dan Cara Kerjanya

Sering mengalami stok selisih atau barang terjual padahal sudah habis? Kenali sistem manajemen stok, fungsi, manfaat, dan cara kerjanya di sini.

12 hari lalu
Manajemen Stok: Pengertian, Fungsi, Cara Mengelola, dan Tipsnya
Tips

Manajemen Stok: Pengertian, Fungsi, Cara Mengelola, dan Tipsnya

Apa itu manajemen stok? Kenali pengertian, fungsi, cara mengelola, dan tips manajemen stok agar persediaan lebih rapi, penjualan lancar, dan bisnis terhindar dari stok berlebih atau kosong.

13 hari lalu
8 Langkah Cara Jualan di Marketplace untuk Pemula: Dari Buka Toko hingga Dapat Pesanan
Marketplace

8 Langkah Cara Jualan di Marketplace untuk Pemula: Dari Buka Toko hingga Dapat Pesanan

Cara jualan di marketplace untuk pemula, mulai dari memilih produk, buka toko, upload produk, hingga memproses pesanan agar bisnis online lebih siap berkembang.

14 hari lalu
Jenis-Jenis Bisnis Online yang Bisa Dicoba dan Cara Memilihnya
Bisnis

Jenis-Jenis Bisnis Online yang Bisa Dicoba dan Cara Memilihnya

Bingung memilih jenis bisnis online? Temukan pilihan yang sesuai modal, kemampuan, dan target pasar Anda bersama Master Online.

14 hari lalu
Cara Jualan Online untuk Pemula: Panduan dari Persiapan hingga Mendapatkan Pesanan
Bisnis

Cara Jualan Online untuk Pemula: Panduan dari Persiapan hingga Mendapatkan Pesanan

Cara jualan online untuk pemula tidak harus rumit. Simak langkah lengkap mulai dari memilih produk, membuka toko, promosi, hingga memproses pesanan.

15 hari lalu
Apa Itu Marketplace? Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contohnya
Marketplace

Apa Itu Marketplace? Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Contohnya

Apa itu marketplace? Kenali pengertian, jenis, fungsi, cara kerja, dan contoh marketplace di Indonesia agar Anda lebih siap mulai berjualan online.

15 hari lalu
Apa Itu Bisnis? Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contohnya
Bisnis

Apa Itu Bisnis? Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contohnya

Apa itu bisnis? Kenali pengertian, tujuan, jenis, dan contoh bisnis yang perlu Anda ketahui sebelum memulai atau mengembangkan usaha.

16 hari lalu
Apa Itu Bisnis Online? Pengertian, Jenis, Cara Kerja, dan Contohnya
Bisnis

Apa Itu Bisnis Online? Pengertian, Jenis, Cara Kerja, dan Contohnya

Apa itu bisnis online? Kenali pengertian, tujuan, jenis, kelebihan, dan contoh bisnis online yang bisa Anda jadikan inspirasi untuk memulai usaha.

16 hari lalu
Cara Membuat Deskripsi Produk Marketplace yang Inf…