Blog

8 Langkah Cara Jualan di Marketplace untuk Pemula: Dari Buka Toko hingga Dapat Pesanan

8 Langkah Cara Jualan di Marketplace untuk Pemula: Dari Buka Toko hingga Dapat Pesanan

R

Ratna Puji Astuti

3 September 2026

Cara jualan di marketplace untuk pemula, mulai dari memilih produk, buka toko, upload produk, hingga memproses pesanan agar bisnis online lebih siap berkembang.

Memahami cara jualan di marketplace sering kali berawal dari satu langkah sederhana: Anda punya produk yang ingin ditawarkan, tetapi belum tahu harus mulai dari mana. Sehingga muncul pertanyaan-pertanyaan seperti: Harus jual di marketplace mana? Bagaimana cara membuat toko terlihat meyakinkan? Apa yang harus ditulis di deskripsi produk? Jika tiba-tiba ada pesanan masuk, apa yang harus dilakukan? Mulai dari memilih marketplace, membuat toko terlihat meyakinkan, mengunggah produk, hingga menangani pesanan, semuanya bisa dipelajari secara bertahap. 

Tenang. Anda tidak harus langsung menguasai semua cara jualan di marketplace dalam satu hari. 

Marketplace justru bisa menjadi salah satu tempat paling praktis untuk memulai bisnis online karena penjual dan pembeli berada dalam satu ekosistem yang sama. Justru tantangannya adalah bagaimana membuat toko Anda mudah ditemukan, dipercaya, dan mampu melayani pesanan dengan baik. 

Agar tidak bingung, berikut panduan lengkap cara jualan di marketplace untuk pemula. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda tidak hanya memahami cara membuka toko di marketplace, tetapi juga tahu cara mengelolanya agar siap menerima dan memenuhi pesanan.

8 Langkah Cara Jualan di Marketplace untuk Pemula: Dari Buka Toko hingga Dapat Pesanan

1. Tentukan Produk yang Ingin Dijual 

Sebelum membuat toko, pastikan Anda sudah tahu produk apa yang ingin dijual. Jangan terburu-buru menentukan produk yang ingin dijual, coba pertimbangkan beberapa hal berikut:

  • Siapa yang paling membutuhkan produk tersebut?

  • Apakah permintaannya cukup stabil?

  • Berapa modal awal dan potensi keuntungannya?

  • Apakah produk mudah disimpan, dikemas, dan dikirim?

  • Seberapa banyak pesaing yang menawarkan produk serupa?

Pilihan ini akan menjadi dasar untuk menentukan target pembeli, harga, cara promosi, hingga strategi pengiriman. Memulai dari produk yang sudah Anda kenal bisa menjadi pilihan yang lebih aman karena Anda akan lebih mudah menjelaskan manfaatnya, menjawab pertanyaan calon pembeli, dan membuat deskripsi produk yang meyakinkan.

2. Pilih Marketplace yang Sesuai 

Setelah menentukan produk, langkah selanjutnya adalah memilih marketplace yang paling sesuai untuk membuka toko. 

Anda tidak perlu langsung hadir di semua platform. Sebagai pemula, fokuslah pada satu marketplace terlebih dahulu. Pelajari cara kerja fitur, pahami kebiasaan pembelinya, dan bangun operasional toko dengan rapi. Setelah mulai terbiasa, barulah pertimbangkan untuk memperluas penjualan ke platform lain.

Beberapa marketplace yang bisa Anda pilih antara lain Tokopedia, Shopee, Lazada, Blibli, Bukalapak, dan TikTok. Masing-masing memiliki karakteristik, jenis pembeli, serta fitur yang berbeda. Karena itu, perhatikan apakah marketplace tersebut sesuai dengan target pasar Anda, kategori produk yang paling banyak diminati, biaya penjualan, pilihan promosi, serta dukungan sistem pengiriman yang tersedia.

3. Buat Nama dan Profil Toko yang Mudah Diingat 

Nama toko menjadi kesan pertama yang membantu calon pembeli menilai bisnis Anda. Karena itu, pilih nama yang tidak hanya terdengar menarik, tetapi juga mudah dikenali dan sesuai dengan produk yang dijual. Anda dapat memperhatikan hal-hal berikut saat menentukan nama toko: 

  • Gunakan nama yang mudah dibaca dan diingat

  • Sesuaikan dengan jenis produk atau karakter bisnis Anda

  • Hindari nama yang terlalu panjang atau sulit dieja

  • Pilih nama yang terdengar profesional dan meyakinkan

Setelah nama ditentukan, lengkapi profil toko dengan logo, deskripsi singkat, lokasi, jam operasional, serta informasi penting lainnya. Profil yang lengkap akan membuat toko terlihat terlihat meyakinkan dan terpercaya. 

4. Upload Produk dengan Informasi yang Lengkap 

Halaman produk adalah tempat calon pembeli mengenal barang Anda sebelum memutuskan membeli. Jadi, jangan mengunggah produk secara asal-asalan.

Pada bagian judul produk, buat judul yang singkat, spesifik, dan mudah ditemukan pembeli. Pada bagian foto produk, gunakan foto yang terang, tajam, dan menampilkan produk dari beberapa sudut. Jika ada detail penting, seperti tekstur, ukuran, atau cara pemakaian, Anda bisa menampilkannya melalui foto tambahan. 

Pada bagian deskripsi, Anda bisa menjelaskan informasi penting seperti: 

  • Nama dan kategori produk

  • Spesifikasi utama

  • Pilihan ukuran atau varian

  • Bahan yang digunakan

  • Berat produk

  • Pilihan warna

  • Jumlah isi dalam satu kemasan

  • Petunjuk penggunaan

  • Ketersediaan stok

Penting untuk menyisipkan kata kunci yang sesuai secara wajar pada judul dan deskripsi. Deskripsi yang lengkap dan mudah dipahami akan membantu pembeli merasa lebih yakin sebelum melakukan pembelian.

5. Tentukan Harga dan Strategi Promosi 

Harga jual bukan hanya angka yang dicantumkan pada halaman produk. Jadi, jangan menentukan harga secara asal-asalan. Mulailah dengan menghitung modal produk, biaya kemasan, ongkos kirim yang perlu ditanggung, biaya layanan marketplace, anggaran promosi, serta margin keuntungan yang ingin dicapai. Bandingkan juga harga produk serupa dari kompetitor untuk mendapatkan gambaran harga yang wajar di pasar.

Setelah harga ditentukan, susun strategi promosi agar produk lebih mudah ditemukan dan menarik perhatian calon pembeli. Anda dapat memanfaatkan fitur voucher toko, diskon produk, gratis ongkir, flash sale, bundling, atau promo khusus pada momen tertentu seperti tanggal kembar dan hari raya. Namun, pilih promo yang sesuai dengan margin keuntungan agar penjualan tetap menguntungkan.

Anda juga bisa membagikan tautan produk melalui media sosial, membuat konten singkat yang menunjukkan manfaat produk, atau mengarahkan pelanggan lama untuk melihat koleksi terbaru di toko Anda. Jika memiliki anggaran lebih, pertimbangkan fitur iklan marketplace dengan memulai dari produk yang paling potensial.

6. Siapkan Stok dan Pengiriman Sebelum Ada Pesanan  

Bagian ini sering kali baru mendapat perhatian setelah pesanan pertama masuk. Padahal, kesiapan stok dan proses pengiriman sebaiknya sudah Anda rencanakan sejak toko mulai beroperasi.

Mulailah dengan mencatat jumlah stok secara rutin agar Anda selalu mengetahui ketersediaan setiap produk. Siapkan pula bahan kemasan, label pengiriman, serta pilihan jasa ekspedisi yang sesuai dengan jenis barang dan kebutuhan pelanggan.

Ketika jumlah pesanan mulai meningkat, pencatatan stok yang rapi akan semakin penting. Tanpa pengelolaan yang baik, produk yang sebenarnya sudah habis bisa tetap tampil sebagai barang tersedia. Akibatnya, pesanan berisiko tertunda, dibatalkan, atau menimbulkan pengalaman yang kurang baik bagi pembeli.

7. Saat Pesanan Masuk, Jangan Berhenti di “Terima Order”

Ketika pesanan pertama akhirnya masuk, rasanya tentu menyenangkan. Tetapi, pekerjaan Anda belum selesai di sana. 

Anda harus memeriksa seluruh detail pesanan, memastikan stok produk tersedia, lalu mengemas barang dengan aman. Setelah itu, Anda harus memproses pengiriman sesuai batas waktu yang ditentukan dan memantau statusnya hingga pesanan benar-benar diterima pembeli. Jangan lupa untuk tetap responsif terhadap chat. Jawaban yang cepat, jelas, dan ramah dapat menjadi alasan mereka memilih toko Anda. 

Dari sini, Anda akan memahami bahwa berjualan di marketplace bukan hanya tentang mendapatkan pesanan. Anda juga perlu memastikan setiap pesanan diproses dengan tepat agar pembeli merasa puas dan bersedia kembali berbelanja.

8. Evaluasi Setelah Toko Mulai Berjalan 

Setelah toko mulai berjalan, jangan hanya berfokus pada jumlah pesanan yang masuk. Luangkan waktu untuk melihat bagaimana performa setiap produk.

Anda dapat memeriksa produk yang paling sering dilihat, paling banyak terjual, serta menghasilkan nilai transaksi terbaik. Evaluasi juga efektivitas promosi dan pastikan pergerakan stok sesuai dengan penjualan yang terjadi.

Dari data tersebut, Anda dapat menentukan strategi berikutnya dengan lebih tepat. Misalnya, menambah stok produk yang paling diminati, memperbarui foto agar lebih menarik, menyempurnakan deskripsi, menyesuaikan harga, atau mulai memperluas penjualan ke marketplace lain.

Cara Jualan di Marketplace Lebih Siap Saat Pesanan Mulai Bertambah 

Pada awalnya, mengelola satu toko online mungkin masih terasa sederhana. Anda dapat memeriksa pesanan, memperbarui stok, membalas chat pelanggan, dan mencatat penjualan secara manual. Namun, situasinya bisa berubah ketika bisnis mulai berkembang dan Anda memiliki beberapa toko di marketplace yang berbeda.

Aktivitas yang sebelumnya mudah dilakukan dapat menjadi lebih rumit dan memakan waktu. Anda harus memperbarui stok di berbagai platform, memantau pesanan satu per satu, serta menggabungkan laporan penjualan sebelum bisa melihat performa bisnis secara menyeluruh.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda dapat menggunakan sistem omnichannel yang membantu mengelola berbagai aktivitas bisnis dari satu dashboard. Master Online menyediakan fitur pengelolaan pesanan, inventory control, analisis penjualan, pengiriman, purchasing, hingga integrasi akuntansi dalam satu platform.

Master Online juga terhubung dengan berbagai marketplace, seperti Tokopedia, Shopee, Lazada, Blibli, Bukalapak, dan TikTok. Selain itu, Anda dapat mengintegrasikan webstore dari 82cart, Shopify, dan WooCommerce.

Tidak perlu terburu-buru menentukan pilihan. Anda bisa mencoba fitur dan alur kerja Master Online melalui free trial selama 14 hari terlebih dahulu, lalu menilai apakah sistemnya sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda?

Mulai Cara Jualan di Marketplace dari Langkah Kecil 

Memulai bisnis online tidak harus menunggu sampai semuanya benar-benar sempurna. Anda bisa memulainya dari memilih produk yang sesuai, membuka satu toko, menampilkan katalog dengan informasi yang jelas, lalu memberikan pelayanan terbaik kepada pembeli.

Seiring waktu, satu produk dapat berkembang menjadi beberapa pilihan. Satu marketplace pun bisa bertambah menjadi beberapa kanal penjualan. Ketika aktivitas bisnis mulai meningkat, Anda dapat menggunakan sistem yang membantu mengelola pesanan, stok, dan penjualan agar semuanya tetap rapi dan mudah dipantau.

Jika Anda ingin mengelola bisnis online dengan cara yang lebih praktis, hubungi sales Master Online untuk mendapatkan konsultasi dan informasi lebih lanjut mengenai solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Artikel Terkait

8 Langkah Cara Jualan di Marketplace untuk Pemula:…