
Gross Margin vs Net Margin: Perbedaan, Rumus, dan Contoh
Ratna Puji Astuti
25 Oktober 2026
Gross margin vs net margin membantu Anda memahami keuntungan bisnis dari dua sisi. Pelajari perbedaan, rumus, dan contoh perhitungannya.
Gross margin vs net margin membantu Anda memahami keuntungan bisnis dari dua sisi, yaitu laba setelah dikurangi harga pokok penjualan dan laba setelah seluruh biaya diperhitungkan. Keduanya penting untuk menilai apakah penjualan yang meningkat benar-benar menghasilkan keuntungan bagi bisnis Anda.
Sebagai penjual, Apakah Anda pernah mengalami omzet toko online terus naik setiap bulan, tetapi uang yang tersisa justru terasa semakin sedikit? Jika pernah, kondisi ini bisa terjadi ketika biaya produk, admin marketplace, promosi, dan operasional tidak diperhitungkan secara menyeluruh. Agar tidak salah membaca kinerja bisnis, mari pahami perbedaan gross margin dan net margin, lengkap dengan rumus serta contoh perhitungannya.
Apa Itu Gross Margin dan Net Margin?
Gross margin dan net margin merupakan indikator profitabilitas yang menunjukkan seberapa besar pendapatan dapat dipertahankan sebagai laba. Perbedaannya terletak pada biaya yang dikurangkan dari pendapatan sebelum persentase margin dihitung.
Gross margin menunjukkan persentase pendapatan yang tersisa setelah dikurangi harga pokok penjualan (HPP). Sementara itu, net margin menunjukkan persentase pendapatan yang tersisa sebagai laba bersih setelah seluruh biaya dan beban yang relevan diperhitungkan.
Keduanya memberikan gambaran berbeda tentang kondisi keuangan bisnis, sehingga sebaiknya digunakan bersama saat mengevaluasi penjualan.
Gross Margin vs Net Margin: Apa Perbedaannya?
Sekilas, gross margin dan net margin terlihat mirip karena sama-sama mengukur keuntungan. Namun, gross margin berfokus pada efisiensi biaya produk, sedangkan net margin memperlihatkan hasil akhir setelah biaya bisnis lainnya ikut dihitung. Berikut perbedaan utama gross margin dan net margin:
Aspek | Gross Margin | Net Margin |
Fokus | Laba setelah HPP | Laba setelah seluruh biaya |
Biaya yang dikurangi | HPP | HPP, biaya operasional, bunga, pajak, dan beban relevan lainnya |
Fungsi | Mengevaluasi biaya produk dan harga jual | Mengevaluasi profitabilitas bisnis secara keseluruhan |
Rumus | Laba kotor ÷ pendapatan × 100% | Laba bersih ÷ pendapatan × 100% |
Anda perlu mengetahui jika gross margin yang tinggi belum tentu menghasilkan net margin yang tinggi. Biaya promosi, biaya marketplace, gaji, dan pengeluaran lain dapat mengurangi laba yang tersisa.
Rumus Gross Margin dan Net Margin
Untuk menghitung margin dengan benar, Anda perlu mengetahui pendapatan, HPP, dan seluruh biaya yang relevan dalam periode yang sama. Berikut rumus dasar yang bisa digunakan untuk mengevaluasi bisnis Anda.
Rumus gross margin:
Gross Margin = (Pendapatan − HPP) ÷ Pendapatan × 100%
Rumus net margin:
Net Margin = Laba Bersih ÷ Pendapatan × 100%
Laba bersih diperoleh setelah pendapatan dikurangi HPP serta seluruh biaya dan beban yang diperhitungkan dalam laporan laba rugi, termasuk pajak dan bunga jika berlaku.

Contoh Menghitung Gross Margin vs Net Margin
Menghitung gross margin dan net margin dapat dilakukan jika Anda sudah mengetahui semua komponennya. Agar lebih mudah dipahami, perhatikan contoh berikut:
Bayangkan toko online Anda mencatat pendapatan Rp100 juta dalam satu bulan. HPP produk yang terjual mencapai Rp60 juta, sedangkan biaya operasional, termasuk biaya marketplace dan pemasaran, sebesar Rp25 juta, serta bunga dan pajak sebesar Rp5 juta. Untuk mendapatkan nilai gross margin dan net margin, perhitungannya sebagai berikut:
1. Gross margin
Pendapatan: Rp100.000.000
HPP: Rp60.000.000
Laba kotor: Rp40.000.000
Gross Margin = Rp40.000.000 ÷ Rp100.000.000 × 100% = 40%
Artinya, setiap Rp100 pendapatan menghasilkan Rp40 laba kotor sebelum biaya lainnya diperhitungkan.
2. Net margin
Laba kotor: Rp40.000.000
Biaya operasional: Rp25.000.000
Bunga dan pajak: Rp5.000.000
Laba bersih: Rp10.000.000
Net Margin = Rp10.000.000 ÷ Rp100.000.000 × 100% = 10%
Artinya, dari setiap Rp100 pendapatan, bisnis menyisakan Rp10 sebagai laba bersih.
Contoh ini menunjukkan mengapa omzet saja tidak cukup untuk menilai keberhasilan bisnis.
Baca juga: Cara Menghitung Biaya Admin Marketplace dan Dampaknya terhadap Harga Jual serta Margin.
Bagaimana Cara Menjaga Margin Keuntungan Bisnis?
Memahami margin baru bermanfaat ketika hasil perhitungannya digunakan untuk mengambil keputusan. Jika gross margin atau net margin mulai menurun, periksa komponen biaya dan proses bisnis sebelum memutuskan menaikkan harga jual. Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan:
Evaluasi HPP secara berkala: Periksa harga beli barang dan biaya langsung agar perhitungan laba kotor tetap akurat.
Hitung seluruh biaya marketplace: Masukkan biaya admin, layanan, dan promosi yang benar-benar berlaku pada transaksi Anda. Untuk mengetahui biaya marketplace secara lengkap, Anda dapat membaca panduan Biaya Admin Marketplace: Cara Hitung dan Tips Mengelolanya.
Pantau biaya operasional: Evaluasi pengeluaran pemasaran, pengemasan, tenaga kerja, dan biaya lain yang memengaruhi laba bersih.
Tinjau laporan penjualan secara rutin: Bandingkan pendapatan, biaya, dan margin dari periode ke periode untuk menemukan perubahan yang perlu ditindaklanjuti.
Gross Margin vs Net Margin: Mana yang Perlu Anda Pantau?
Gross margin membantu Anda menilai apakah biaya produk dan harga jual sudah memberikan ruang laba yang memadai. Net margin melengkapi gambaran tersebut dengan menunjukkan berapa banyak pendapatan yang benar-benar tersisa setelah biaya bisnis diperhitungkan.
Karena itu, jangan hanya mengejar omzet atau berpatokan pada satu jenis margin. Pantau keduanya secara berkala agar keputusan harga, pembelian stok, dan pengeluaran operasional lebih terukur.
Untuk mempermudah evaluasi, Master Online menyediakan fitur Invoice & Sales Analysis serta integrasi sistem akuntansi yang mendukung pencatatan dan analisis aktivitas bisnis. Anda dapat mempelajari pola penjualan dan menghubungkan kebutuhan operasional dengan pencatatan keuangan secara lebih terstruktur.
Ingin mengevaluasi bisnis dengan lebih terarah? Coba Master Online gratis selama 14 hari atau hubungi tim Master Online melalui WhatsApp untuk konsultasi.














































