
Apa Itu Reorder Point? Rumus, Cara Hitung, dan Contohnya
Ratna Puji Astuti
28 September 2026
Apa itu reorder point? Reorder point adalah batas stok untuk menentukan kapan harus restock sebelum barang habis. Pelajari disini!
Dalam bisnis, kehabisan stok bukan selalu terjadi karena barang tidak laku. Justru produk yang paling banyak dicari pelanggan bisa menjadi sumber masalah ketika persediaannya tidak dipantau dengan baik.
Agar kondisi seperti ini tidak terus berulang, Anda membutuhkan batas yang jelas untuk menentukan kapan harus melakukan restock. Batas tersebut dikenal sebagai reorder point (ROP).
Lalu, apa itu reorder point, bagaimana rumusnya, dan bagaimana cara menghitungnya? Mari baca selengkapnya agar Anda dapat menentukan waktu restock dengan lebih terukur.
Apa Itu Reorder Point?
Reorder point adalah titik persediaan tertentu yang menjadi sinyal bagi bisnis untuk melakukan pemesanan ulang. Pemesanan dilakukan ketika stok masih tersedia sehingga barang baru diharapkan tiba sebelum persediaan yang ada habis. Dengan mengetahui reorder point, Anda dapat menentukan waktu restock berdasarkan kebutuhan penjualan, waktu tunggu supplier, dan stok cadangan yang tersedia.
Setiap produk bisa memiliki reorder point yang berbeda. Produk dengan penjualan tinggi tentu membutuhkan perhitungan berbeda dibandingkan produk yang hanya terjual beberapa unit per hari. Begitu juga dengan supplier. Jika waktu pengiriman membutuhkan beberapa hari, Anda perlu memperhitungkan kebutuhan stok selama periode tersebut.
Mengapa Reorder Point Penting untuk Bisnis?
Tanpa batas stok yang jelas, keputusan restock sering kali hanya berdasarkan perkiraan. Padahal, kondisi penjualan dapat berubah sewaktu-waktu. Reorder point membantu Anda memiliki acuan untuk:
Mengurangi risiko kehabisan stok
Menjaga ketersediaan produk yang banyak diminati
Menentukan waktu restock dengan lebih terukur
Menghindari keputusan pembelian yang terlalu terlambat
Membuat pengelolaan persediaan lebih terencana.
Untuk memahami pengelolaan persediaan secara lebih menyeluruh, Anda juga dapat membaca artikel tentang Pengertian, Fungsi, Cara Mengelola, dan Tipa Manajemen Stok.
Apa Rumus Reorder Point?
Rumus reorder point yang umum digunakan adalah:
ROP = (Rata-rata Permintaan Harian × Lead Time) + Safety Stock
Ada tiga komponen yang perlu diperhatikan:
Rata-rata Permintaan Harian: Rata-rata jumlah produk yang terjual atau digunakan setiap hari.
Lead Time: Waktu yang dibutuhkan sejak pemesanan dilakukan hingga barang diterima dari supplier.
Safety Stock: Stok cadangan yang disiapkan untuk menghadapi kondisi tidak terduga, seperti kenaikan permintaan atau keterlambatan pengiriman.
Safety stock menjadi bagian penting dalam perhitungan ROP karena penjualan tidak selalu berjalan sesuai rata-rata.
Baca juga: Safety Stock Adalah: Pengertian, Fungsi, Cara Menghitung, dan Contohnya
Bagaimana Cara Menghitung Reorder Point?
Supaya lebih mudah dipahami, mari gunakan contoh sederhana berikut:
Anda menjual botol minum dengan rata-rata penjualan 40 unit per hari. Supplier membutuhkan waktu 5 hari untuk mengirimkan barang. Anda menetapkan safety stock sebanyak 50 unit.
Maka:
ROP = (40 × 5) + 50
ROP = 200 + 50
ROP = 250 unit
Dari perhitungan tersebut, reorder point produk Anda adalah 250 unit.
Artinya, ketika stok mulai mencapai 250 unit, Anda sudah perlu mempertimbangkan untuk melakukan pemesanan ulang.
Mengapa tidak menunggu sampai stok benar-benar habis?
Karena selama menunggu barang dari supplier selama lima hari, Anda tetap membutuhkan sekitar 200 unit untuk memenuhi kebutuhan penjualan normal. Sementara itu, 50 unit safety stock berfungsi sebagai cadangan apabila terjadi perubahan permintaan atau kendala pasokan.
Reorder Point untuk Bisnis yang Jualan di Banyak Marketplace
Perhitungan reorder point menjadi semakin penting ketika bisnis tidak hanya berjualan melalui satu channel. Satu produk dapat terjual di beberapa marketplace dalam waktu yang hampir bersamaan. Jika informasi stok dari setiap channel tidak terpantau dengan baik, Anda bisa kesulitan mengetahui berapa stok yang sebenarnya masih tersedia.
Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi keputusan restock. Data penjualan yang tidak lengkap membuat rata-rata permintaan harian menjadi kurang akurat, sementara angka tersebut merupakan salah satu komponen utama dalam perhitungan ROP. Karena itu, pengelolaan stok sebaiknya dilakukan dengan sistem yang dapat membantu memusatkan data penjualan dan persediaan.
Master Online membantu bisnis mengelola penjualan, stok, dan aktivitas operasional dari berbagai marketplace melalui satu dashboard. Dengan data yang lebih terpusat, Anda dapat lebih mudah memantau pergerakan stok dan merencanakan kebutuhan restock.

Saatnya Pahami Apa Itu Reorder Point dan Kelola Stok Lebih Terstruktur untuk Bisnis Anda
Dengan memahami apa itu reorder point akan membantu Anda menentukan kapan harus mulai melakukan pemesanan ulang. Dengan mempertimbangkan rata-rata penjualan, lead time, dan safety stock, Anda dapat membuat keputusan restock berdasarkan kondisi persediaan yang sebenarnya.
Namun, perhitungan reorder point akan lebih mudah diterapkan jika Anda dapat memantau stok dan pergerakan penjualan secara rutin. Di sinilah sistem pengelolaan inventory dapat membantu.
Master Online memungkinkan Anda memantau stok dan penjualan dari berbagai marketplace dalam satu dashboard, sehingga Anda memiliki data yang lebih terpusat untuk mengetahui kondisi persediaan dan menentukan kapan saatnya melakukan restock.
Ingin menerapkan reorder point dengan pengelolaan stok yang lebih praktis? Coba Master Online gratis selama 14 hari atau hubungi tim Master Online melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi dan konsultasi sesuai kebutuhan bisnis Anda.















































