
Apa Itu Pre-Order di Marketplace? Cara Kerja, Kelebihan, Kekurangan, dan Tips Mengelolanya
Ratna Puji Astuti
25 September 2026
Apa itu preorder di marketplace? Kenali cara kerja, kelebihan, kekurangan, contoh, dan tips mengelola pesanan pre-order agar bisnis tetap rapi.
Dalam bisnis online, tidak semua produk harus tersedia dan siap dikirim pada saat pembeli melakukan pemesanan. Ada produk yang baru dibuat setelah jumlah pesanan terkumpul, ada yang perlu didatangkan dari supplier, dan ada pula yang memang sengaja dijual dalam jumlah terbatas. Model penjualan seperti ini dikenal sebagai pre-order atau PO.
Bagi penjual, pre-order dapat membantu mengurangi risiko stok menumpuk dan memberi waktu untuk menyiapkan produk sesuai jumlah permintaan. Namun, semakin banyak pesanan yang masuk, semakin besar pula tantangan dalam mencatat order, mengatur stok, menentukan waktu produksi, hingga memastikan barang dikirim sesuai janji.
Karena itu, memahami cara kerja pre-order saja belum cukup. Anda juga perlu tahu kapan sistem ini cocok digunakan, apa risikonya, dan bagaimana cara mengelolanya agar pesanan tetap terkendali. Lalu, apa itu preorder sebenarnya dan bagaimana cara menerapkannya di marketplace? Simak pembahasannya selengkapnya.
Apa Itu Pre-Order di Marketplace?
Pre-order adalah sistem penjualan ketika pembeli memesan produk sebelum barang tersedia atau siap dikirim. Setelah pesanan diterima, seller kemudian menyiapkan produk melalui proses produksi, pengadaan, atau pemesanan kepada supplier. Sederhananya, pembeli pesan lebih dulu, seller menyiapkan barang setelahnya.
Contohnya, Anda menjual jaket custom yang membutuhkan waktu produksi 10 hari. Daripada membuat banyak jaket dan berharap semuanya terjual, Anda membuka periode PO selama beberapa hari. Pesanan yang masuk kemudian menjadi dasar untuk menentukan jumlah jaket yang perlu diproduksi. Karena ada proses yang harus dilakukan setelah transaksi, produk pre-order biasanya memiliki estimasi waktu pengerjaan dan pengiriman yang berbeda dengan produk ready stock.
Bagaimana Cara Kerja Pre-Order?
Meskipun terlihat sederhana, pre-order memiliki alur yang perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Secara umum, prosesnya dimulai ketika seller menentukan produk, harga, periode PO, serta estimasi waktu pengerjaan. Setelah produk ditawarkan di marketplace, pembeli melakukan pemesanan.
Selanjutnya, seller mengumpulkan dan memproses pesanan sesuai kebutuhan. Produk kemudian diproduksi atau didatangkan dari supplier, diperiksa, dikemas, lalu dikirim kepada pembeli. Jadi, alurnya kurang lebih seperti ini:
Produk ditawarkan → pembeli melakukan pemesanan → pesanan dicatat → produk disiapkan → barang dikemas → pesanan dikirim.
Bagian yang sering menjadi tantangan bukan pada menerima pesanan, melainkan memastikan seluruh pesanan tersebut tercatat dan dipenuhi sesuai waktunya.
Mengapa Seller Menggunakan Sistem Pre-Order?
Setiap model bisnis memiliki kebutuhan yang berbeda. Untuk produk tertentu, menjual dengan sistem PO justru lebih masuk akal daripada menyediakan stok dalam jumlah besar. Beberapa alasannya adalah:
Mengurangi Risiko Stok Menumpuk
Seller dapat menyiapkan produk berdasarkan jumlah pesanan yang masuk. Cara ini dapat membantu mengurangi kemungkinan barang tersisa terlalu banyak.
Membantu Mengatur Modal
Anda tidak selalu harus menyediakan stok dalam jumlah besar sejak awal. Modal dapat dialokasikan untuk memenuhi pesanan yang memang sudah diterima.
Mengetahui Respons Pasar
Jumlah pesanan selama periode PO dapat menjadi gambaran awal mengenai minat pelanggan terhadap suatu produk.
Cocok untuk Produk Custom
Produk yang membutuhkan proses produksi khusus, seperti pakaian custom, hampers, merchandise, atau barang dengan personalisasi, lebih mudah dijual dengan sistem pre-order.
Tips Mengelola Pre-Order agar Tetap Rapi
Setelah memahami alasan seller menggunakan sistem pre-order, agar sistem PO tidak justru membuat operasional semakin rumit, perhatikan beberapa hal berikut:
1. Tentukan Periode Pre-Order
Tetapkan tanggal mulai dan berakhirnya PO. Dengan begitu, Anda dapat memperkirakan jumlah pesanan yang harus dipenuhi.
2. Berikan Estimasi yang Realistis
Jangan hanya menuliskan “segera dikirim”. Jelaskan berapa lama proses produksi atau pengadaan hingga barang siap dikirim.
3. Catat Pesanan dengan Detail
Pastikan informasi seperti SKU, varian, jumlah, marketplace, dan status pesanan tercatat dengan benar.
4. Sesuaikan Pesanan dengan Kapasitas
Sebelum membuka PO, perhitungkan kemampuan produksi atau pengadaan. Jangan sampai jumlah pesanan jauh melebihi kapasitas yang dapat Anda selesaikan.
5. Pantau Stok Secara Berkala
Walaupun produk dijual dengan sistem pre-order, pencatatan stok tetap penting. Jika bisnis Anda sudah menggunakan beberapa marketplace, perbedaan data stok antar-channel dapat semakin sulit dipantau secara manual.
Baca juga: Arti Stock Opname, Tujuan, Prosedur, dan Cara Melakukannya

Kelola Pre-Order dari Banyak Marketplace dalam Satu Dashboard
Pada awalnya, mengelola beberapa pesanan pre-order mungkin masih terasa mudah. Namun, situasinya bisa berubah ketika toko Anda mulai aktif di beberapa marketplace dan jumlah transaksi terus bertambah.
Anda bukan hanya perlu memikirkan barang yang harus diproduksi. Ada pesanan yang harus dipantau, stok yang perlu diperbarui, produk yang harus disiapkan, serta data penjualan yang perlu dicatat. Jika semuanya dikerjakan satu per satu dari dashboard yang berbeda, pekerjaan administratif bisa ikut bertambah.
Master Online membantu Anda mengelola pesanan, stok, produk, penjualan, dan aktivitas marketplace dari satu dashboard. Dengan data yang lebih terpusat, proses operasional dapat dilakukan dengan lebih rapi tanpa harus terus berpindah antar-platform.
Ingin melihat apakah Master Online sesuai untuk kebutuhan bisnis Anda? Coba gratis selama 14 hari melalui Master Online, atau hubungi tim Master Online melalui WhatsApp untuk berkonsultasi.
Sudah Paham Apa Itu Preorder? Jangan Biarkan Pesanan Membuat Bisnis Berantakan
Memahami apa itu preorder bukan hanya tentang mengetahui bahwa pembeli harus menunggu sebelum barang dikirim. Di balik sistem tersebut, ada proses yang perlu dikelola dengan baik, yaitu mulai dari mencatat pesanan, memperkirakan kebutuhan produk, mengatur waktu produksi, memantau stok, hingga memastikan barang sampai sesuai estimasi.
Pre-order dapat menjadi pilihan untuk membantu bisnis menjual produk secara lebih terencana. Namun, ketika pesanan semakin banyak dan datang dari berbagai marketplace, cara Anda mengelola data menjadi sama pentingnya dengan cara Anda menjual produk. Karena itu, jangan tunggu sampai pesanan mulai menumpuk baru memikirkan sistem pengelolaannya.
Siapkan bisnis Anda dari sekarang bersama Master Online. Coba gratis Master Online selama 14 hari dan rasakan sendiri bagaimana pengelolaan marketplace, pesanan, dan stok dapat dilakukan dengan lebih praktis dari satu dashboard.















































