
Apa Itu Inventory Turnover? Cara Hitung, Rumus, dan Contohnya
Ratna Puji Astuti
28 September 2026
Apa itu inventory turnover? Ketahui cara menghitung perputaran stok, rumus, contoh, dan cara membaca hasilnya agar persediaan tidak sekadar penuh, tetapi juga produktif.
Bagi pemilik bisnis, stok yang banyak sering kali terasa seperti kabar baik. Produk tersedia, pesanan bisa dipenuhi, dan pelanggan tidak perlu menunggu restock. Tetapi ada satu pertanyaan yang sering luput, yaitu berapa lama barang tersebut benar-benar berada di gudang sebelum terjual?
Di sinilah inventory turnover menjadi penting. Angka ini membantu Anda melihat seberapa cepat persediaan bergerak dalam periode tertentu. Baca selengkapnya di artikel ini untuk memahami inventory turnover dari dasar hingga cara menggunakannya dalam mengevaluasi perputaran stok bisnis Anda.
Apa Itu Inventory Turnover dalam Bisnis?
Inventory turnover adalah rasio yang mengukur seberapa sering persediaan terjual dan digantikan dalam periode tertentu. Rasio ini membandingkan Harga Pokok Penjualan (HPP) dengan rata-rata nilai persediaan untuk melihat seberapa sering stok berputar selama periode tertentu.
Misalnya, bisnis Anda memiliki inventory turnover 6 kali dalam setahun. Secara sederhana, berarti nilai persediaan rata-rata berputar sekitar enam kali selama periode tersebut. Angka ini kemudian dapat menjadi bahan evaluasi.
Rumus Inventory Turnover yang Perlu Anda Tahu
Rumus inventory turnover yang umum digunakan adalah:
Inventory Turnover = HPP ÷ Rata-rata Persediaan
Sementara untuk menghitung rata-rata persediaan:
Rata-rata Persediaan = (Persediaan Awal + Persediaan Akhir) ÷ 2
HPP digunakan dalam perhitungan karena inventory turnover mengukur perputaran persediaan berdasarkan biaya barang yang terjual, bukan nilai penjualan yang sudah mencakup keuntungan.
Contoh Cara Menghitung Inventory Turnover
Agar lebih mudah dipahami, anggap sebuah bisnis memiliki data selama satu tahun:
HPP: Rp360 juta
Persediaan awal: Rp50 juta
Persediaan akhir: Rp70 juta
Pertama, hitung rata-rata persediaannya: (Rp50 juta + Rp70 juta) ÷ 2 = Rp60 juta
Setelah itu, masukkan ke rumus inventory turnover: Rp360 juta ÷ Rp60 juta = 6 kali
Jadi, inventory turnover bisnis tersebut adalah 6 kali per tahun.
Namun, angka 6 tidak bisa langsung disebut baik atau buruk. Hasilnya perlu dilihat bersama jenis bisnis, karakter produk, periode pembanding, dan kondisi persediaan secara keseluruhan.

Jangan Hitung Inventory Turnover dari Data Stok yang Keliru
Ada satu hal yang sering terlewat ketika menghitung inventory turnover, yaitu perhitungan yang tepat tetap dapat menghasilkan keputusan yang keliru jika data persediaannya tidak akurat.
Jika jumlah stok di sistem berbeda dengan kondisi fisik di gudang, hasil analisis inventory juga dapat ikut berubah. Karena itu, pemeriksaan stok secara berkala tetap penting dalam pengelolaan persediaan.
Baca juga: Arti Stock Opname: Pengertian, Tujuan, Prosedur, dan Cara Melakukannya
Ketika perputaran melambat, Anda dapat menelusuri produk yang terlalu lama tersimpan dan mengevaluasi kembali jumlah pembelian. Ketika perputaran meningkat, Anda dapat melihat apakah kondisi tersebut berasal dari peningkatan permintaan atau stok yang memang terlalu tipis.
Apa Itu Inventory Turnover? Pahami Angkanya, Bukan Sekadar Menghitungnya
Inventory turnover membantu Anda melihat seberapa sering persediaan berputar dalam periode tertentu. Tetapi nilai sebenarnya bukan hanya pada hasil perhitungannya. Dari angka tersebut, Anda bisa mulai mencari tahu apakah stok bergerak sesuai kebutuhan, apakah ada persediaan yang terlalu lama tersimpan, atau apakah pengadaan perlu disesuaikan.
Semakin banyak produk dan marketplace yang Anda kelola, semakin penting pula memiliki data stok yang mudah dipantau. Dengan Master Online, Anda dapat mengelola penjualan dan persediaan dari berbagai marketplace melalui satu dashboard.
Ingin melihat bagaimana pengelolaan stok bisa dibuat lebih praktis? Coba Master Online gratis selama 14 hari atau hubungi tim Master Online melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi dan konsultasi sesuai kebutuhan bisnis Anda.















































