
Perbedaan Affiliate dan Reseller: Cara Kerja, Kelebihan, dan Kekurangannya
Ratna Puji Astuti
22 September 2026
Perbedaan affiliate dan reseller terletak pada modal, cara kerja, dan sumber keuntungan. Simak cara kerja, kelebihan, dan kekurangannya di sini.
Pernah melihat seseorang membuat video sederhana, merekomendasikan sebuah produk, lalu menyertakan link pembelian? Bisa jadi, orang tersebut sedang menjalankan affiliate marketing.
Menariknya, Anda tidak harus punya toko, gudang, atau produk sendiri untuk memulainya. Tugas utama affiliate adalah memperkenalkan produk kepada audiens dan mendapatkan komisi ketika terjadi transaksi sesuai ketentuan program.
Namun, jangan buru-buru menganggap affiliate sekadar membagikan link. Di balik satu pembelian, ada proses memilih produk, mengenali audiens, membuat konten, sampai membangun kepercayaan. Lalu, bagaimana cara menjadi affiliate dari awal? Simak penjelasannya berikut!
Apa Itu Affiliate?
Affiliate adalah model pemasaran ketika seseorang mempromosikan produk atau layanan milik pihak lain dan mendapatkan komisi ketika promosi tersebut menghasilkan penjualan atau tindakan tertentu.
Sederhananya, Anda tidak perlu membeli barang untuk dijual kembali. Anda membantu memperkenalkan produk melalui konten, media sosial, blog, atau kanal lainnya. Ketika konsumen melakukan transaksi melalui tautan atau kode affiliate Anda sesuai ketentuan program, komisi akan diberikan.
Ingin mulai dari nol? Anda bisa mempelajari Cara Menjadi Affiliate untuk Pemula: Langkah & Tips
Apa Itu Reseller?
Reseller adalah orang atau jneis bisnis yang membeli produk dari supplier untuk kemudian menjualnya kembali kepada konsumen. Karena bertindak sebagai penjual, reseller biasanya perlu lebih banyak terlibat dalam aktivitas bisnis, mulai dari menentukan harga jual, memasarkan produk, melayani pelanggan, hingga mengelola stok dan pesanan.
Baca juga: Apa Itu Reseller? Pengertian, Cara Kerja, Keuntungan, dan Cara Memulainya
Perbedaan Affiliate dan Reseller
Affiliate dan reseller sama-sama menjadi cara untuk mendapatkan penghasilan dari penjualan produk, tetapi keduanya memiliki mekanisme bisnis yang berbeda. Memahami perbedaan ini penting sebelum Anda menentukan model bisnis yang ingin dijalankan. Agar lebih mudah melihat gambaran lengkapnya, perhatikan perbandingan affiliate dan reseller berikut:
Aspek | Affiliate | Reseller |
Produk | Tidak perlu memiliki stok | Umumnya membeli dan menyimpan produk |
Modal Awal | Relatif kecil | Membutuhkan modal untuk persediaan |
Pendapatan | Komisi dari transaksi/tindakan | Margin dari harga jual dan harga beli |
Pengelolaan Stok | Tidak perlu | Perlu dikelola |
Pengiriman | Umumnya ditangani merchant | Umumnya perlu diatur reseller |
Risiko Stok | Rendah | Ada risiko barang tidak terjual |
Jadi, affiliate lebih berfokus pada promosi, sedangkan reseller lebih dekat dengan aktivitas penjualan dan pengelolaan bisnis. Mekanisme komisi affiliate sendiri dapat berbeda-beda sesuai program, sementara reseller memperoleh keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual.

Cara Kerja Affiliate dan Reseller
Walaupun sama-sama berhubungan dengan aktivitas penjualan, alur kerja affiliate dan reseller berjalan dengan cara yang berbeda. Affiliate lebih banyak berperan pada tahap mengenalkan dan mempromosikan produk, sedangkan reseller terlibat lebih jauh dalam proses menjual dan mengelola produk. Berikut gambaran alur masing-masing model bisnis:
Cara Kerja Affiliate
Pertama, Anda bergabung dengan program affiliate. Setelah itu, Anda memilih produk yang ingin dipromosikan dan mendapatkan tautan atau kode khusus. Tautan tersebut kemudian dibagikan melalui konten yang relevan dengan audiens Anda. Jika terjadi transaksi atau tindakan yang memenuhi syarat program, Anda mendapatkan komisi. Tidak ada proses menyimpan barang atau mengirim pesanan kepada pelanggan karena proses tersebut umumnya tetap dilakukan oleh merchant atau penjual.
Cara Kerja Reseller
Untuk menjadi reseller, pertama-tama Anda harus membeli produk dari supplier untuk kemudian menjualnya kembali kepada konsumen. Anda perlu menentukan harga jual, memasarkan produk, dan memastikan produk tersedia ketika ada pesanan. Setelah pelanggan melakukan pembelian, Anda juga perlu memastikan pesanan diproses dan barang dikirim sesuai sistem yang digunakan.
Karena memiliki tanggung jawab lebih banyak dalam proses penjualan, reseller perlu memperhatikan pencatatan stok, pesanan, dan penjualan, terutama jika bisnis sudah berkembang dan mulai menggunakan beberapa marketplace.
Perbedaan Affiliate dan Reseller, Tentukan Model yang Sesuai dengan Tujuan Bisnis Anda
Dari pembahasan di atas, affiliate dan reseller memiliki karakteristik yang berbeda. Affiliate lebih sesuai untuk Anda yang ingin fokus pada promosi tanpa perlu mengelola stok, sedangkan reseller memberikan kendali lebih besar atas proses penjualan dengan tanggung jawab pengelolaan stok dan pesanan yang lebih besar.
Misalnya, Anda baru ingin mencoba mendapatkan penghasilan dari bisnis online dan memiliki kemampuan membuat konten atau membangun audiens di media sosial. Affiliate dapat menjadi salah satu cara untuk mulai mengenal proses pemasaran produk tanpa perlu menyediakan persediaan barang.
Berbeda jika Anda ingin membangun toko online sendiri. Sebagai reseller, Anda perlu memikirkan stok, harga jual, pesanan, hingga pengiriman. Tantangannya akan semakin terasa ketika produk yang dijual mulai bertambah dan toko Anda hadir di beberapa marketplace sekaligus.
Bayangkan Anda menerima pesanan dari marketplace A, marketplace B, dan marketplace C dalam waktu yang hampir bersamaan. Jika stok setiap marketplace masih dicatat secara terpisah, Anda perlu memastikan jumlah barang yang tersedia tetap sama. Kesalahan pencatatan sedikit saja bisa menyebabkan stok tidak sesuai atau pesanan harus ditangani secara manual.
Untuk kondisi seperti ini, Master Online dapat membantu Anda mengelola aktivitas toko dari satu dashboard. Mulai dari memantau pesanan dari berbagai marketplace, mengelola stok, hingga melihat data penjualan dapat dilakukan dalam satu sistem. Dengan pengelolaan yang lebih terpusat, Anda dapat mengurangi pekerjaan administratif dan memiliki lebih banyak waktu untuk memikirkan pengembangan bisnis.
Jika Anda ingin melihat bagaimana Master Online dapat digunakan untuk membantu operasional toko Anda, coba gratis selama 14 hari. Anda juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tim Master Online melalui WhatsApp untuk mengetahui solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.















































